Pertamina Ecopedition Lestarikan Keanekaragaman Hayati di Kaltim

Pertamina Ecopedition merupakan sebuah program ekspedisi pencarian bibit flora asli Kalimantan untuk diselamatkan dan dilestarikan. Ekspedisi pertama pada memakan waktu selama 15 hari di Hutan Labanan Berau.

“Melalui ekspedisi tahap pertama di tahun 2013, kami berhasil menemukan 5.592 spesimen, yang terdiri dari 324 jenis tanaman kayu dan non-kayu, serta 43 jenis tanaman anggrek,” kata Aminuddin yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Unit Pelaksana Kebun Raya Balikpapan.

Sebagai kelanjutan dari program Pertamina Ecopedition, Pertamina membangun taman tematik seluas 3.000m2 yang diberi nama Belian Park. Taman tematik yang dibangun di dalam kawasan Kebun Raya Balikpapan ini bertujuan untuk mengkonservasi lebih dari 1.000 tanaman obat khas Kalimantan. Selain itu, taman yang telah resmi pada bulan Juni 2014 ini juga digunakan untuk sarana pendidikan lingkungan hidup bagi siswa TK hingga SMU di Balikpapan.

Selain membangun taman tematik, Pertamina juga mengadopsi 2 dari 7 ekor Beruang Madu yang penyelundupannya berhasil digagalkan pihak berwajib. Beruang Madu yang diberi nama Anna dan Harris ini dikonservasi di Enclosure Beruang Madu, Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Km 23 Kota Balikpapan.

Pertamina paham bahwa keanekaragaman hayati tidak akan berkembang tanpa adanya habitat yang lestari. Pertamina bekerjasama dengan UP HLSW & DAS Manggar melaksanakan program Konservasi Daerah Hulu HLSW yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Hingga akhir 2015, Pertamina bersama para petani berhasil melakukan pemulihan lahan kritis seluas 15 hektar dan menanam 7.700 bibit pohon buah dan karet. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan upaya konservasi berkelanjutan yang direncanakan Pertamina.

Kembali ke Program